Konflik Rempang kembali memanas setelah puluhan petugas PT Makmur Elok Graha (MEG) menyerang posko warga penolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City pada Rabu dini hari, 18 Desember 2024. Penyerangan itu terjadi di Posko Sungai Buluh, Posko Sembulang Hulu serta Posko Ansor dan menyebabkan delapan warga luka-luka.
Menurut Koordinator Umum Aliansi
Masyarakat Rempang Galang Bersatu (Amar GB), Ishak, penyerangan itu adalah aksi
balasan setelah warga menangkap satu dari dua petugas PT MEG yang merusak
spanduk penolakan PSN Rempang Eco-City pada Selasa malam, 17 Desember 2024.
Warga geram lantaran aksi perusakan tersebut dilakukan ber
Konflik Rempang pecah sejak lebih
dari setahun lalu, tepatnya pada awal September 2023. Kala itu, sejumlah aparat
gabungan TNI dan Polri memaksa masuk ke perkampungan warga. Kedatangan mereka
guna memasang patok tanda batas lahan untuk proyek Rempang Eco City. Padahal
masyarakat tempatan belum sepakat digusur.
Masyarakat adat pin menolak
kedatangan gabungan aparat dengan melakukan pemblokiran dengan menebang pohon
hingga meletakan blok kontainer ditengah jalan.Namun ,polisi dan tentara tersebut
bersikukuh merengsek masuk pemukiman warga. Di laporkan sedikitnya 20 orang
warga alami luka ringan hingga berat akibat tragedi tersebut.
Sebagai pengikat ingatan, Tempo
merangkum bagaimana terjadinya tragedi Rempang dan rentetan peristiwa yang
menyertainya. Mulai dari musabab, pecah konflik, rayuan pemerintah, upaya
relokasi, hingga berbagai tragedi, berikut kilas balik konflik Rempang yang
hingga kini masih menghantui masyarakat tempatan:
Penyebab konflik
Penyulut pecahnya konflik di Pulau
Rempang bermula dari wacana pemerintah merombak wilayah tersebut menjadi The
New Engine of Indonesia’s Economic Growth. Rencana itu kemudian dimasukkan ke
dalam PSN dengan nama Rempang Eco City. Beleidnya diatur dalam Peraturan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023.
Pengembangan proyek ini adalah hasil
kerja sama antara pemerintah pusat melalui Badan Pengusahaan Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam alias BP Batam dan Pemerintah Kota
Batam dengan PT MEG yang merupakan anak usaha Artha Graha, kelompok usaha yang
dibangun Tomy Winata.
Kawasan Rempang Eco City
direncanakan dibangun di atas lahan seluas 165 kilometer persegi. Dalam
pengembangannya, PT MEG bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan
industri, perdagangan, hingga wisata terintegrasi. Proyek itu diharapkan bisa
mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.
Total investasi pengembangan proyek
mencapai Rp 43 triliun. PT MEG dilaporkan juga telah menggandeng Xinyi
International Investment Limited, calon investor yang bakal membangun pusat
pengolahan pasir kuarsa dan pasir silika di Rempang. Pemerintah mengklaim
komitmen investasi ini bakal mencapai Rp 381 triliun hingga 2080.
Dengan nilai investasi itu,
pengembangan Pulau Rempang diharapkan dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan
ekonomi (spillover effect) bagi Kota Batam serta daerah di Kepri. Pemerintah
Indonesia juga menargetkan, pengembangan Kawasan Rempang Eco-City dapat
menyerap lebih kurang 306.000 tenaga kerja hingga 2080 mendatang.
Namun rencana itu terhalang
masyarakat adat Pulau Rempang yang bertempat tinggal di 16 kampung tua. Meraka
menolak direlokasi ke wilayah lain, yakni Pulau Galang. Warga menilai kampung
mereka memiliki nilai historis dan budaya yang kuat, bahkan sebelum Indonesia
merdeka. Penolakan berbuntut bentrok pada 7 September tersebut.
Meski telah diblokade warga, aparat
terus merangsek masuk wilayah Rempang, memukul mundur para warga lewat gas air
mata. Bahkan, semburan gas air mata tersebut telah sampai hingga ke sekolah.
Akibatnya, beberapa siswa dikabarkan mengalami pingsan. Padahal, para guru di
SD tersebut sudah meminta agar gas air mata tidak ditembakkan ke arah sekolah.
Suasana mencekam Pulau Rempang juga
beredar di media sosial. Dalam sebuah video, terlihat salah satu sekolah di
Rempang dipenuhi asap. Beberapa guru juga tampak berlarian membawa beberapa
murid untuk pergi melalui pintu belakang sekolah. Terdapat 6 warga ditangkap,
puluhan orang luka, beberapa anak mengalami trauma, dan satu anak mengalami
luka akibat gas air mata yang dilepaskan aparat.
Rayuan pemerintah kepada masyarakat
Menindaklanjuti konflik yang terjadi
antara warga dan aparat, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi lalu
menugaskan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk memberikan penjelasan
kepada masyarakat terkait pelaksanaan proyek investasi tersebut.
Dalam proses penyelesaiannya, pada
Ahad, 17 September 2023, tiga menteri telah menggelar rapat di Hotel Marriott,
Kota Batam. Termasuk Bahlil, dua lainnya yaitu Menteri Agraria Tata Ruang /
Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto dan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Tito Karnavian.
Sebagai upaya untuk melancarkan
rencana pemerintah dalam membangun PSN Rempang Eco City, Menteri Investasi saat
itu, Bahlil Lahadalia menjanjikan beberapa hal terhadap masyarakat Pulau
Rempang agar berkenan dipindahkan ke Pulau Galang. Antara lain hunian baru dan
uang serta tempat tinggal sementara.
Bahlil mengatakan pemerintah bakal
menyiapkan hunian baru untuk 700 KK yang terdampak. Pemerintah telah menyiapkan
tanah seluas 500 meter per KK, dengan rumah tipe 45 kurang lebih senilai Rp 120
juta. Selain itu, seiring dengan masa pembangunan kawasan hunian baru warga
Pulau Rempang terdampak yang akan memakan waktu 6 sampai 7 bulan.
Bahlil menyebut pemerintah bakal
memberikan fasilitas uang dan tempat tinggal sementara. Uang yang diberikan
mencapai Rp 1,2 juta, serta fasilitas dengan biaya sewa sebesar Rp 1,2 juta
yang telah dilengkapi dengan tanam tumbuh, keramba ikan, dan sampan di laut,”
kata Bahlil melalui siaran pers Kementerian Investasi pada Senin, 18 September
2023.
