Polarisasi Pasca-Pemilu 2024 Ancam Integrasi Nasional: Analisis Berdasarkan Teori Wriggins



 Kondisi politik Indonesia pasca-Pemilu 2024 menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan terkait integrasi nasional. Berdasarkan teori Howard Wriggins dalam kajian Muhaimin & Collin MaxAndrews (1995), gaya kepemimpinan yang terpolarisasi berpotensi menjadi ancaman serius bagi persatuan bangsa jika tidak segera ditangani.

Tiga Masalah Utama Kepemimpinan Nasional

Pertama, polarisasi politik yang belum mereda sejak Pemilu 2024 terus menghambat proses pemerintahan. Pembahasan RUU strategis seperti RUU Pemulihan Ekonomi Nasional terhambat akibat boikot dari partai oposisi. Kedua, sentralisasi kekuasaan yang berlebihan memicu ketidakpuasan daerah. Data menunjukkan alokasi anggaran infrastruktur untuk Papua justru dipangkas 15% pada 2025, sementara Jawa tetap mendapat porsi terbesar.

Ketiga, politisasi isu SARA masih digunakan sebagai alat mobilisasi politik. Beberapa kasus terbaru menunjukkan bagaimana isu identitas dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, termasuk pembatalan acara kebudayaan di Jawa Barat akibat tekanan kelompok intoleran.

Dampak yang Mengancam

Menurut kerangka teori Wriggins, kondisi ini berpotensi menimbulkan tiga dampak serius: krisis legitimasi pemerintah yang terlihat dari turunnya tingkat kepercayaan publik, meningkatnya aksi protes dan kerusuhan di berbagai daerah, serta fragmentasi sosial yang semakin dalam.

Langkah Solutif

Untuk mencegah skenario terburuk, diperlukan beberapa langkah strategis:

  1. Rekonsiliasi nasional antara pemerintah dan oposisi
  2. Desentralisasi yang lebih bermakna dengan otonomi daerah sejati
  3. Penegakan hukum tegas terhadap politisasi SARA
  4. Pola kepemimpinan yang lebih inklusif dan melibatkan daerah

Analisis menunjukkan bahwa tanpa perbaikan di sektor kepemimpinan politik, ancaman disintegrasi nasional menjadi semakin nyata. Teori Wriggins memberikan warning jelas bahwa gaya kepemimpinan yang terpolarisasi dan tidak inklusif bisa menjadi awal dari keretakan nasional.

Dliyaul Haq
Mahasiswa STAI Al Anwar Sarang Rembang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama